Dua Masalah Utama Industri Manufaktur Di Indonesia

Investasi Aug 07, 2018 No Comments

Industri manufaktur di Indonesia menjadi salah satu industri yang sangat menjanjikan keuntungan ekonomi. Ini karena industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Barang-barang hasil industri manufaktur ini sangat penting bagi manusia. Oleh karena itu, permintaan hasil industri manufaktur terus menikat pesat.

Sayangnya industri manufaktur yang ada di Indonesia masih menghadapi banyak permasalahan. Permasalah tersebut membuat Industri manufaktur tidak berkembang dengan baik. Akibatnya, industri manufaktur kurang memberikan manfaat ekonomi yang seharusnya didapatkan.

Pemerintah sepertinya juga sudah sadar betul dengan masalah ini. Sehingga pemerintah mencoba mengatasinya dengan berbagai program. Walaupun memang belum menunjukkan hasil yang siginifikan. Tetapi kita patut syukuri bahwa industri manufaktur kita terus mengalami perbaikan.

Masalah Industri manufaktur di Indonesia

Berikut ini beberapa permasalahan yang ada di industri manufaktur yang ada di Indonesia.

  1. Ketergantungan impor sangat tinggi

Dalam industri manufaktur yang ada di Indonesia belum bisa berjalan dengan sepenuhnya miliki dalam negeri. Industri manufaktur masih sangat tergantung dengan impor, baik peralatan maupun bahan bakunya.

Ini karena Indonesia masih belum bisa membuat sendiri berbagai mesin untuk keperluan industri. Terutama berbagai mesin berat yang digunakan untuk mengolah bahan-bahan. Selain itu, Indonesia masih belum bisa mengolah berbagai bahan mentah, sehingga harus mengimpor berbagai bahan setengah jadi dari luar negeri untuk dijadikan bahan baku industri manufakturnya.

Hal-hal tersebut membuat Indonesia masih sangat tergantung dengan impor dari luar negeri. Hal ini membuat industri manufaktur yang ada di Indonesia menjadi terhambat perkembangannya.

  1. Basis Ekspor pasar yang sempit

Disisi lain, basis ekspor pasar industri manufaktur di Indonesia masih sangat sempit. Padahal, basis ekspor ini sangat penting untuk kelangsungan industri manufaktur. Karena basis ekspor yang sempit membuat penjualan hasil industri menjadi sangat terbatas. Padahal, jumlah penjualan tentu sangat penting agar industri manufaktur terus berkembang pesat.

Hal ini sangat disayangkan mengingat sumber daya alam di Indonesia yang melimpah bisa menjadi sumber bahan baku industri manufaktur. Sumberdaya tersebut jadi tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena kurangnya kemampuan industri untuk menembus pasar ekspor dunia.

Selain basis ekspornya sempit, penjualan hasil industri juga terhambat karena banyak dari hasil industri manufaktur Indonesia adalah jenis barang yang sangat terpengaruhi oleh harga psar. Hal ini membuat seringnya hasil dari penjualan produk manufaktur menjadi tidak menentu.

  1. Kelemahan organisasi

Kelmahan ini biasanya terjadi pada tingkat industri manufaktur itu sendiri. Industri manufaktur yang ada di Indonesia masih kurang bisa bersaing dengan berbagai industri di kancah internasional.

Salah satu kelemahannya adalah industri kecil menengah di Indonesia masih terbilang terbelakang dari segi penggunaan teknologi. Padahal, pada era seperti sekarang ini, industri manufaktur sudah menggunakan teknologi canggih. Keterbelakangan ini membuat kemampuan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas juga cenderung kurang dari negara lain dengan teknologi canggih. Padahal, kualitas dan kuantitas adalah ahal yang sangat penting untuk merebut pasar internasional.

Itulah beberapa permasalahan yang dialami industri manufaktur Indonesia. Dengan semua permasalahan itu membuat industri manufaktur menjadi sulit berkembang. Harus segera ada langkah yang diambil agar permasalahan ini segera teratasi. Jika tidak, maka masalah ini akan terus berlarut sehingga industri manufaktur akan kurang memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Beckley Kassa

Leave a Reply

%d bloggers like this: