Inilah Penyebab Dari Penyakit Pembengkokan Tulang Belakang

kesehatan Oct 16, 2015 No Comments

Tahukah Anda apa sebenarnya penyebab dari pembengkokan tulang belakang kesamping kanan atau kiri yang sering Anda temui? Pembengkokan tulang ini lebih familiar di sebut sebagai skoliosis. Banyak sekali masyarakat yang beranggapan apabila penyebab dari penyakit ini ialah sebuah aktifitas. Hal ini memang harus di luruskan, persepsi jika penyakit ini dikarenakan kebiasaan memang sudah menyebar sangat luas.

Padahal akar penyebab dari kelainan tulang belakang ini seperti ketegangan saraf. Ketegangan saraf ialah situasi dimana terdapat sumsum di bagian tulang belakang yang terlalu ketat, terhambat atau bahkan tidak elastis. Ekor saraf atau yang disebut dengan meninges ini menciptakan sebuah kekuatan atau dorongan yang tama dan menyebabkan tulang di bagian belakang menjadi terbengkok. Ketegangan ini ialah akar penyebab yang paling umum. Contoh dari patologi ketegangan saraf yang bisa menyebabkan penyakit ini seperti tumor atau kista. Hal ini bisa mengikat meninges atau kabel yang bisa menyebabkan ketegangan yang terjadi pada bagian saraf hingga menyebabkan penyakit ini mereka juga bisa membuat disfungsi dari otot. Lainnya ialah sindrom sumsum yang lebih terhambat, kondisi ini berada sejak lahir sehingga menyebabkan seluruh sumsum bisa ditarik dengan lebih rendah.

Penyakit ini juga bisa dikarenakan struktural maupun biomekanik dari penyakit ini. Bisa dikarenakan struktural kaki yang relatif pendek salah satu. Karena untuk kaki yang lebih pendek salah satunya ini bisa merujuk ke tulang yang kurang asimetris maupun tidak imbang. Seperti ruas yang terbentuk ketika lahir dan di kenal dengan hemivertebrata. Contoh lainnya ialah kaki yang tumbuh dengan lebih panjang di bandingkan dengan kaki yang lainnya. Ini akan menyebabkan sakrum menjadi lebih selevel. Sakrum atau yang sering di sebut dengan dasar tulang sehingga jika ia miring tubuh juga akan mengalami kemiringan.

Penyebab skoliosis lainnya ialah patologi. Di sini, ada gangguan yang kurang baik di dalam sistem dari otak maupun saraf yang akan menghubungkan ke otak. Otot ini tidak dapat bekerja dengan maksimal, seperti di dalam cerebral palsy, dan ada kurangnya kontrol ini ke pusat yang tepat dengan otak.

Beckley Kassa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *