Kenali Sejak Dini Penyebab Bronkitis Pada Anak

kesehatan Dec 04, 2015 No Comments

Bronkitis merupakan penyakit yang dapat menyerang pada anak-anak hingga dewasa. Beberapa faktor bisa menjadi penyebab bronkitis pada anak dan dewasa seperti iklim, polusi, udara yang tercemar, alergi dan lain-lain. bronkitis merupakan infeksi pada saluran udara utama dari paru-paru atau bronkus yang mengakibatkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran udara tersebut. Hal seperti ini termasuk sebagai salah satu penyakit gangguan pernapasan. Adapun beberapa gejala dari penyakit bronkitis ini seperti batuk-batuk yang disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau, terasa sakit pada tenggorokan, sesak napas, hidung beringus atau tersumbat, merasakan sakit atau tidak nyaman pada dada, dan mudah kelelahan.

Secara umum, bronkitis terbagi dua jenis yaitu bronkitis akut yang dapat bertahan hingga dua-tiga minggu dan bronkitis kronis. Bronkitis akut merupakan infeksi pada sistem pernapasan yang paling sering terjadi. Biasanya bronkitis akut lebih banyak dialami anak-anak di bawah 5 tahun. Bronkitis kronis adalah infeksi bronkus yang bertahan dalam waktu tiga bulan dalam satu tahun dan dapat berulang pada tahun berikutnya. Biasanya bronkitis kronis dialami orang dewasa di atas usia 50 tahun.

Saluran udara (bronkus) pada sistem pernapasan yang membawa udara pada paru-paru dan sebaliknya. Dinding saluran udara ini menghasilkna mukosa atau dahak untuk menahan debu dan partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi agar tidak masuk ke paru-paru. Penyebab penyakit bronkitis pada anak berasal dari infeksi paru-paru yang lebih banyak disebabkan oleh virus. Terjadinya iritasi dan peradangan dapat menyebabkan bronkus menghasilkan mukosa atau dahak lebih banyak. Tubuh mengeluarkan mukosa tersebut yang berlebihan dengan cara batuk. Jika anak terserang bronkitis akut berkali-kali akan menekan dan melemahkan bronkus yang akhirnya akan mengarah pada bronkitis kronis.

Selain itu kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan penyakit bronkitis. Setiap hisapan rokok dapat merusak bulu-bulu kecil di paru-paru yang disebut rambut silia. Rambut silia ini memiliki fungsi menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi dan mukosa yang berlebihan. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan rusaknya rambut silia secara permanen. Saat rambut silia rusak maka kotoran tidak dapat dikeluarkan dan dibuang sebagaimana mestinya. Dahak dan kotoran yang menumpuk di paru-paru akan membuat sistem pernapasan lebih rentan terserang infeksi.

Beckley Kassa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *